FIFA dikabarkan tengah mempersiapkan rencana alternatif jika Iran benar-benar tidak ikut serta dalam Piala Dunia 2026. Salah satu pilihan yang muncul bahkan mengarah pada klub besar Eropa yang telah lama tidak tampil di Piala Dunia.

Kondisi ini terjadi di tengah memburuknya ketegangan antara Iran dan salah satu tuan rumah, Amerika Serikat.

Walaupun belum ada pengumuman resmi, indikasi yang kuat mengenai potensi absennya Iran berasal dari pemerintah negara itu.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa Presiden AS, Donald Trump, akan menerima Timnas Iran jika mereka hadir di turnamen tersebut, meskipun ada konflik yang sedang berlangsung.

Namun, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Doyanmali, memberikan sinyal yang berbeda. Dalam wawancara dengan stasiun TV nasional Iran, ia mengungkapkan bahwa negaranya tidak dapat berpartisipasi dalam keadaan sekarang.

"Akibat agresi yang diarahkan terhadap Iran, kami terpaksa berhadapan dengan dua konflik dalam waktu delapan atau sembilan bulan, dan ribuan warganegara kami kehilangan nyawa." "Oleh karena itu, dalam keadaan seperti ini kami tidak memiliki peluang untuk terlibat," ujarnya.

Kandidat Pengganti Iran

Apabila Iran benar-benar menarik diri, salah satu pertanyaan penting adalah negara mana yang akan mengambil alih posisi mereka di Piala Dunia 2026.

Tim yang dilatih Amir Ghalenoei ini sudah memastikan tiket untuk turnamen dan berada di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir.

Karena Iran berhasil melalui jalur kualifikasi zona Asia, alternatif yang paling masuk akal adalah memberikan slot itu kepada negara lain dari konfederasi yang sama, yaitu Asian Football Confederation (AFC).

Saat ini, Irak adalah satu-satunya perwakilan Asia yang masih berpartisipasi dalam babak play-off. Mereka akan bertemu dengan pemenang antara Bolivia dan Suriname dalam pertandingan penentuan yang dijadwalkan pada 31 Maret mendatang.

Apabila Irak tidak berhasil dalam pertandingan itu, mereka berpotensi menjadi calon utama untuk menggantikan Iran. Namun, jika Irak berhasil melewati jalur play-off, kemungkinan terbesar akan beralih ke Uni Emirat Arab (UEA) sebagai tim Asia dengan peringkat selanjutnya.

Isu: Italia Mungkin Menjadi Pilihan FIFA

Namun, terdapat spekulasi lain yang mengindikasikan FIFA mungkin mengambil pendekatan yang berbeda.

Dalam wawancara dengan talkSPORT, asisten pelatih Timnas Irak, Rene Meulensteen, mengungkapkan adanya kabar bahwa FIFA bisa memberikan tempat itu kepada tim yang memiliki peringkat FIFA tertinggi namun tidak berhasil lolos.

"Melalui AFC, kami adalah tim yang menduduki peringkat teratas." Oleh karena itu, secara teori, kami yang akan mengisi posisi Iran. "Selanjutnya UEA dapat menggantikan kami untuk melawan pemenang Suriname dan Bolivia," tuturnya.

"Namun, terdapat kabar bahwa jika FIFA yang menentukan keputusan akhir, mereka kemungkinan akan mendorong tim peringkat FIFA tertinggi untuk menggantikan Iran, yaitu Italia," lanjutnya.

Daya Tarik Piala Dunia 2026

Meulensteen selanjutnya membahas faktor daya tarik dari turnamen tersebut.

"Anda bisa membayangkan, siapa yang lebih mereka harapkan tampil di Piala Dunia?" ujarnya.

Tim yang dikenal sebagai Azzurri dan kini dilatih oleh Gennaro Gattuso, masih berusaha di jalur play-off Eropa setelah tidak berhasil tampil otomatis dari fase grup.

Apabila mereka tidak bisa mengatasi Irlandia Utara dan kemudian pemenang dari duel antara Wales dan Bosnia Herzegovina, bukan hal mustahil FIFA akan menilai Italia sebagai pengganti Iran.

Italia telah meraih gelar juara dunia sebanyak empat kali, namun belum berpartisipasi lagi di Piala Dunia sejak tahun 2014.

 

Sumber: Give Me Sport , Bola.com