N'Golo Kante secara resmi telah menyelesaikan kepindahan dramatis ke Fenerbahce setelah menyetujui untuk mengakhiri kontraknya dengan Al-Ittihad. Pemenang Piala Dunia asal Prancis ini telah menandatangani kontrak hingga Juni 2028, kembali ke sepak bola Eropa setelah FIFA akhirnya memberikan lampu hijau menyusul kesalahan administratif yang awalnya menggagalkan transfer tersebut.

FIFA Memberikan Lampu Hijau Setelah Drama Tenggat Waktu

Saga transfer yang melibatkan Kante dan Fenerbahce telah mencapai kesimpulan yang sukses, kurang dari 24 jam setelah tampaknya runtuh dalam perselisihan. Jurnalis transfer Fabrizio Romano menyatakan bahwa gelandang tersebut telah menandatangani kontrak yang akan mempertahankannya di Istanbul hingga musim panas 2028.

Perkembangan ini menjadi kelegaan besar bagi raksasa Turki, yang sebelumnya terpukul setelah batas waktu awal berlalu tanpa ratifikasi. Terobosan terjadi setelah kedua klub menerima persetujuan resmi dari FIFA untuk melanjutkan pendaftaran. Tampaknya badan pengatur tersebut menerima banding yang diajukan oleh Fenerbahce terkait masalah teknis yang dihadapi selama jendela Transfer Matching System (TMS).

Al-Ittihad juga merilis pernyataan resmi singkat yang mengkonfirmasi kepergiannya, memposting di media sosial: "Klub menyetujui untuk menjual sisa periode kontrak N'Golo Kanté." Pelepasan resmi ini memungkinkan pemain tersebut menyelesaikan kepergiannya dari Liga Pro Saudi dan segera berkomitmen untuk tantangan barunya di Super Lig, mengakhiri ketidakpastian yang telah menyelimuti masa depan pemain tersebut selama 48 jam terakhir.

Kesalahan Administratif Diatasi Setelah Pernyataan Keras

Konfirmasi kesepakatan ini menandai perubahan mengejutkan dari peristiwa Selasa, di mana transfer, yang juga akan membawa Youssef En-Nesyri dari Turki ke Arab Saudi, tampaknya gagal. Fenerbahce telah mengeluarkan pernyataan keras yang secara eksplisit menyalahkan Al-Ittihad atas kesalahan entri data dalam TMS yang menyebabkan tenggat waktu terlewatkan. Klub Turki mengklaim mereka telah memenuhi semua kewajiban, termasuk pemeriksaan kesehatan dan dokumen, hanya untuk dikecewakan oleh rekan Saudi mereka yang gagal mengunggah dokumen yang diperlukan tepat waktu.

Pernyataan tersebut menunjukkan hubungan antara kedua klub yang retak, dengan Fenerbahce menuduh Al-Ittihad menghilang tanpa alasan yang jelas. Namun, tampaknya kerja keras di balik layar dan "negosiasi yang diperlukan" dengan FIFA telah membuahkan hasil. "Lampu hijau" dari FIFA menunjukkan bahwa badan pengatur tersebut mengakui sifat teknis dari kegagalan tersebut dan menggunakan kebijaksanaan untuk mengizinkan transfer diselesaikan di luar parameter ketat jendela transfer, atau memvalidasi timestamp dari upaya awal.

Resolusi ini memastikan bahwa Fenerbahce tidak kehilangan target utama lini tengah mereka, mengubah apa yang tampak seperti bencana PR dan rasa malu administratif menjadi prestasi besar di bursa transfer.

En-Nesyri Menuju Jeddah dalam Arah Berlawanan

Sementara Kante tiba di Istanbul, striker Maroko En-Nesyri telah berhasil menyelesaikan kepindahannya ke arah berlawanan. Al-Ittihad secara resmi mengumumkan perekrutan penyerang tersebut melalui saluran media sosial mereka setelah kepindahan Kante dikonfirmasi.

Penyelesaian transfer En-Nesyri sangat penting untuk membuka jalan bagi kesepakatan Kante. Awalnya, ada kekhawatiran bahwa kesalahan administratif yang sama yang menghalangi kepergian pemain Prancis tersebut juga akan menahan striker tersebut di Turki.

En-Nesyri meninggalkan Fenerbahce setelah periode yang beragam, namun reputasinya tetap tinggi di wilayah tersebut. Kedatangannya di Jeddah memberikan tim Liga Pro Saudi ancaman menyerang yang kuat, secara efektif menyelesaikan pencarian mereka untuk striker nomor sembilan sambil memfasilitasi kepergian bintang asing bergaji tinggi di Kante untuk menyeimbangkan kuota skuad mereka.

Dorongan Besar untuk Persaingan Gelar

Mendapatkan Kante adalah pernyataan niat Fenerbahce dalam upaya mereka untuk menegaskan dominasi domestik dan bersaing di Eropa. Kegagalan awal kesepakatan tersebut telah membuat staf teknis dan penggemar kecewa, terutama mengingat peran taktis spesifik yang direncanakan untuk Kante. Kemampuannya untuk memecah permainan dan mendorong tim maju dianggap sebagai bagian yang hilang dari struktur skuad.

Transfer ini akan melihat Kante kembali ke Inggris akhir bulan ini bersama Fenerbahce menghadapi Nottingham Forest dalam pertandingan play-off Liga Europa. Klub Istanbul saat ini berada di klasemen kedua liga domestik, tertinggal tiga poin dari juara bertahan dan rival abadi Galatasaray.