Real Madrid Cari Solusi di Tengah Krisis, Florentino Perez Bidik Maresca dan Haaland
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dilaporkan mulai melirik Liga Premier sebagai sumber inspirasi untuk membangkitkan klub yang sedang menghadapi masa-masa sulit.
Rangkaian hasil yang tidak memuaskan dalam beberapa bulan terakhir mendorong sang presiden untuk mempersiapkan langkah strategis demi mengembalikan Los Blancos ke jalur kemenangan.
Krisis di Real Madrid semakin dalam setelah keputusan mengejutkan Florentino memberhentikan Xabi Alonso, meskipun pelatih tersebut baru menangani tim selama enam bulan.
Harapan akan perubahan cepat ternyata tidak terealisasi. Pengganti Alonso, Alvaro Arbeloa, justru mengawali karirnya dengan hasil buruk setelah Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey oleh klub Segunda Division, Albacete, pada pertandingan tengah pekan.
Kekalahan ini semakin menambah tekanan di Santiago Bernabeu. Performa tim dianggap tidak berkembang, gaya permainan tidak terarah, dan kepercayaan suporter mulai menurun. Dalam kondisi ini, Florentino Perez dikabarkan sedang mempersiapkan proyek besar dengan membidik dua tokoh penting dari Liga Premier untuk merevitalisasi Real Madrid.
Enzo Maresca
Berdasarkan laporan The Sun, target utama Florentino adalah mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca.
Walaupun masa kepemimpinannya di Stamford Bridge berakhir dengan pemecatan, Maresca tetap memiliki reputasi yang terus membaik di kancah Eropa. Pelatih asal Italia tersebut dianggap memiliki filosofi permainan modern dan kemampuan membangun tim jangka panjang.
Nama Maresca menjadi sorotan berkat keberhasilannya bersama Chelsea musim lalu, dimana ia berhasil meraih gelar Piala Dunia Antarklub dan UEFA Europa Conference League. Pencapaian ini membuatnya dipandang sebagai sosok yang mampu mengelola tekanan besar di klub elite, sekaligus mengembangkan talenta muda.
Florentino Perez dikabarkan memandang Maresca sebagai investasi masa depan, bukan sekadar solusi sementara. Ia bertekad membangun pondasi kokoh seperti yang pernah dilakukan di era Zinedine Zidane, dengan mengandalkan pelatih yang memiliki visi jelas dan keberanian dalam melakukan pergantian generasi pemain.
Erling Haaland
Selain perubahan di kursi pelatih, Florentino juga merancang strategi besar di bursa transfer. Presiden Real Madrid tersebut dilaporkan siap mengajukan penawaran spektakuler untuk megabintang Manchester City, Erling Haaland. Penyerang asal Norwegia ini dipandang sebagai figur sempurna untuk memimpin lini serang Los Blancos selama sepuluh tahun ke depan.
Relasi baik antara Florentino dan agen Haaland, Rafaela Pimenta, menjadi kunci dalam rencana ini. Sang presiden kabarnya terus memantau perkembangan terbaru mengenai situasi dan rencana karier Haaland, meski pemain tersebut baru memperpanjang kontraknya dengan Manchester City hingga 2034.
Proyek Mewah Baru
Upaya mendatangkan Haaland bukanlah tugas mudah. Manchester City dipastikan akan mempertahankan mesin gol andalannya. Namun Florentino yakin masih ada peluang, terutama jika City tertarik dengan tawaran menggiurkan yang sulit ditolak.
Rencana transfer Haaland juga terkait erat dengan keputusan besar lainnya: kemungkinan penjualan Vinicius Junior. Real Madrid dilaporkan siap melepas bintang Brasil tersebut dengan nilai transfer tinggi di akhir musim untuk mendanai kedatangan Haaland.
Langkah ini memang berisiko, mengingat Vinicius adalah salah satu ikon klub saat ini, tetapi Florentino dikenal berani mengambil keputusan kontroversial demi visi jangka panjangnya.
Kedatangan Enzo Maresca dan Erling Haaland akan menjadi pertanda bahwa Florentino Perez kembali memulai era "Galacticos" versi modern, dengan target menguasai Eropa dan mempertahankan prestasi.